Ad Unit (Iklan) BIG

Featured Post

8 Tempat Wisata Gresik Terbaru

Ada satu hal yang harus diketahui dari Gresik yakni objek wisata disana sudah makin berbenah. Meski sebelumnya, Kabupaten Gresik identik dengan kota industri, namun sekarang banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi dan tidak kalah bagusnya dengan kota lain. Ada banyak spot foto kekinian dan cantik…

Penelusuran Bisnis Jual Beli Kunci Jawaban UNAS SMP Gresik

BGC - Hot News Senin, 11 Mei 2015 adalah tentang Penelusuran Guru-guru yang Namanya diduga Terlibat Bisnis Jual Beli Kunci Jawaban Unas Gresik, simak berita selengkapnya berikut ini:

Benarkah kunci jawaban soal ujian nasional (Unas) untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Blitar adalah guru-guru Gresik?

Reporter SURYA.co.id menelusuri guru-guru yang namanya diduga terlibat bisnis jual beli kunci jawaban Unas. Penelusuran pertama ke SMP Negeri 1 Gresik di Jl Jaksa Agung Suprapto. Seorang satpam mengaku tidak ada nama guru Bahasa Inggris yang disapa Ifa. Ia lantas menyebut, guru-guru Bahasa Inggris di sekolah itu bernama Suci, Shofa, Karolin, Siti Jauaria.


BGC Hot News
Rumah Sunarlan di  Perumahan Cerme Indah, Kecamatan Cerme, guru GTT bidang Matematika di SMP Negeri 2 Cerme, terlihat sepi, Senin (11 Mei 2015).


"Kalau tidak percaya silakan tanya ke pegawai kebersihan," kata satpam SMP Negeri 1 Gresik yang tidak menyebutkan namanya, Senin (11 Mei 2015).

SURYA menanyakan ke pegawai kebersihan.

"Tidak ada guru itu," kata pegawai kebersihan itu.


SURYA lantas ke SMP Negeri 2 Cerme saat jam bejalar sudah selesai, tinggal anak-anak ekstrakurikuler pencak silat. Seorang siswa menyebutkan, ada guru bernama Lukman tinggal di Perumahan Bhumi Cermai Apsari, tidak jauh dari SMPN 2 Cerme. SURYA kemudian mencari rumah Lukman. Ada orang yang mengaku masih saudara dengan Lukman.

"Saya adik iparnya," kata laki-laki paruh baya yang tidak mau disebut namanya itu.

Setelah lama berbincang, laki-laki ini membenarkan bahwa Lukman telah dipanggil Polisi Blitar Kota untuk menjadi saksi.

"Saya sempat melarang Kakak saya dibawa polisi ke Blitar. Sebab manggilnya jam setengah dua dini hari. Setelah saya pastikan bahwa tidak terjadi apa-apa, akhirnya berangkat ke Blitar," katanya.

Menurut dia, pada Sabtu (9 Mei 2015) malam lalu, anggota Polres Blitar membawa dua mobil untuk menjemput Lukman.

"Sampai di sana (Polres Blitar, Red), ketemu dengan Sunarlan. Sunarlan langsung minta maaf kepada Kak Lukman. Sebab Kak Lukman hanya dicatut," ujarnya.

Dia lalu bercerita lebih dalam. "Kakak saya hanya bertemu Sunarlan di warung kopi dan ditunjukkan kunci jawaban agar Kak Lukman membeli kunci itu dan agar siswa-siswinya lulus. Tapi Kak Lukman tidak membelinya," imbuhnya.

Entah bagaimana ceritanya, Sunarlan juga menjual kunci jawaban Unas Bahasa Inggris kepada mahasiswa di Blitar.

"Sunarlan ini mengaku sudah lama dan bertahun-tahun bisnis kunci jawaban," katanya.

Saat SURYA meminta bertemu Lukman, laki-laki paruh baya ini tidak mengizinkan.

"Tidak usah, toh Kakak Lukman tidak bersalah. Dia hanya dicatut namanya," katanya.

Pantauan SURYA, rumah Lukman memang terlihat lumayan besar.

Posisinya di barisan utama pintu masuk Perumahan Bhumi Cermai Apsari. Ukuran tanahnya sekitar 10x12 meter persegi dan tipe bangunan tipe 60. Rumahnya dilengkapi pagar dan taman depan. SURYA juga ke rumah Sunarlan di Perumahan Cerme Indah. Terlihat mobil Hyundai warna kuning Nopol L 1337 ZU di garasi yang pagarnya.

Para tetangga saat ditanya juga tidak tahu sebab Sunarlan sering pulang malam.

"Kadang mobilnya di parkir depan rumah. Tidak tahu sudah dua hari ini kelihatan lampu rumah kurang terang," kata tetangga Sunarlan yang tidak menyebutkan namanya.

Sementara, Mahin, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, enggan berkomentar mengenai guru SMPN yang PNS dan honorer terlibat jual beli kunci jawaban.

Ketika ditanya apakah membentuk tim untuk mengungkap kebenaran, Mahin menukas, "Saya masih ada acara di Kodikal Bumimoro, Surabaya. Ada undangan seminar 5 pilar poros kemaritiman sampai pukul 15.30."

Sumber: Surabaya.tribunnews (Sugiyono)
Editor: Tim Redaksi  

Related Posts


Subscribe Our Newsletter