Ad Unit (Iklan) BIG

Featured Post

8 Tempat Wisata Gresik Terbaru

Ada satu hal yang harus diketahui dari Gresik yakni objek wisata disana sudah makin berbenah. Meski sebelumnya, Kabupaten Gresik identik dengan kota industri, namun sekarang banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi dan tidak kalah bagusnya dengan kota lain. Ada banyak spot foto kekinian dan cantik…

Sinopsis Film Critical Eleven Reza Rahardian (Fenomenal)

BGC Film - Dunia penerbangan dikenal istilah critical eleven, yaitu sebelas menit paling kritis di pesawat. Momen critical eleven adalah tiga menit setelah lepas landas, dan delapan menit sebelum mendarat. Secara statistika, 80% kecelakaan pesawat terjadi dalam rentang sebelas menit tersebut.
Istilah critical eleven ini kemudian diterapkan penulis Ika Natassa pada hubungan manusia lewat novel Critical Eleven. Saat pertemuan pertama, tiga menit awal adalah masa untuk menimbulkan kesan baik atau buruk, sedangkan delapan menit terakhir menjadi momen penentuan. Apakah ingin bertemu dan mengenal lebih jauh lagi, atau malah malas untuk bertemu lagi.

Pesawat menjadi tempat bertemu untuk pertama kalinya Anya Baskoro (Adinia Wirasti) dan Ale Risjad (Reza Rahadian) pada sebuah penerbangan dari Jakarta menuju Sidney. Bagi Anya, bandara adalah rumah keduanya karena pekerjaan, tetapi dia benci terbang. Sementara itu, Ale memiliki hidup di rig atau pengeboran minyak lepas pantai yang membuat dia jarang pulang. Takdir mempertemukan mereka untuk sama-sama meninggalkan kesan baik dan jatuh cinta.

Sinopsis Film Critical Eleven
Sinopsis Film Critical Eleven Reza Rahardian (Fenomenal)


Awal mula kehidupan Anya dan Ale berjalan mulus. Semua dilakukan atas nama cinta dan perilaku romantis yang tak habis-habis dari keduanya. Keputusan besar pun mereka ambil saat Ale memutuskan pindah ke New York. Dengan rela Anya menyanggupi permintaan Ale. Anya menikah dengan Ale, meninggalkan karier cemerlang dan sahabat-sahabatnya yang selalu ada, yakni Agnes (Astrid Tiar), Tara (Hannah Al Rashid), dan Donny (Hamish Daud).

Perubahan kemudian terjadi saat Anya hamil. Ale menjadi sangat overprotective, lumrah untuk suami yang sedang menantikan anak pertama. Akan tetapi, keributan kecil antara Ale dan Anya mulai terjadi. Puncaknya saat Ale meminta Anya -yang sudah nyaman tinggal di New York- untuk pulang ke Jakarta.

Ale tak ingin meninggalkan Anya sendiri dalam kondisi hamil saat dia harus bekerja di rig berminggu-minggu. Di Jakarta, keluarga Ale, yakni Ibu (Widyawati), Bapak (Slamet Rahardjo), adik Ale, Raisa (Revalina S Temat), dan Harris (Refalhady), serta sahabat-sahabat Anya, akan selalu ada dan siaga bila Anya membutuhkan bantuan.

Solusi yang menengahi Ale dan Anya akhirnya ketemu. Ale pindah bekerja dari Meksiko ke salah satu rig di Pulau Jawa, sehingga Anya bisa tinggal di Jakarta. Akhirnya mereka pulang ke Jakarta dan menantikan kelahiran buah hati mereka.

Suatu hari insiden besar terjadi. Mereka tak pernah menduga dengan peristiwa menyakitkan yang menghampiri hidup mereka. Hubungan Ale dan Anya menjadi dingin. Mereka rapuh dan mempertanyakan cinta serta komitmen yang telah mereka buat. Ale dan Anya bergumul dengan ego dan harus menentukan pilihan, yakni menyerah dalam amarah atau menyembuhkan luka dan kembali mengikat cinta mereka.


Film Critical Eleven Reza Rahardian (Fenomenal)


Film drama Critical Eleven yang mulai tayang 10 Mei 2017 mempertemukan lagi Reza Rahadian dan Adinia Wirasti. Tak heran, film ini kemudian menampilkan chemistry sangat apik antara Reza dan Asti (sapaan akrab Adinia Wirasti). Sejak awal, penonton akan dengan mudah jatuh cinta melihat kemesraan Reza dan Asti saat mereka pertama kali bertemu di pesawat. Bagi Reza dan Asti, "Critical Eleven" menjadi film ketiga yang memasangkan mereka. Sebelumnya, mereka bertemu dalam "Jakarta Maghrib" dan "Kapan Kawin?".

Diadaptasi dari novel sukses karya Ika Natassa, film yang dikemas dalam durasi sekitar 135 menit ini seakan melengkapi alur novel. Jika novelnya ditulis dengan alur maju mundur yang terus mengikat pembacanya sampai halaman terakhir. Maka, filmnya menyederhanakan alur, tetapi menajamkan konflik yang membuat penonton akan betah menantikan babak akhir film.

Film yang diproduksi Starvision dan Legacy Pictures ini merupakan hasil kolaborasi sutradara Monty Tiwa dan Robert Ronny. Pada departemen naskah, kisah novel diadaptasi Jenny Jusuf bersama Ika, Monty, dan Robert. Proses diskusi yang panjang dilakoni mereka, terutama Jenny bersama Ika. Sebelumnya Jenny sukses mengadaptasi ”Filosofi Kopi” karya Dewi Lestari menjadi naskah film.

Seusai press screening di Jakarta, Jumat 5 Mei 2017 lalu, Ika sebagai penulis novel dan naskah mengungkapkan, karena film ini diadapatasi dari novel, jadi ceritanya memang tidak 100% sama dengan novel. Namun, Ika meyakinkan, adegan penting yang berkaitan dengan alur cerita pasti ada, dan dia berharap bisa memenuhi ekspektasi pembaca novelnya.

"Setiap perubahan yang kami lakukan selama proses adaptasi selalu dengan tujuan yang sama, yaitu kami ingin agar emotional depth yang membekas di novelnya, dapat tersampaikan lewat visual. Karakter Ale dan Anya mungkin jadi dua karakter paling kompleks yang pernah saya tulis. Saya beruntung karena Reza dan Asti bisa menghidupkan Ale dan Anya," tutur Ika.





Dari sisi musik, komposer Andi Rianto memberi sentuhan magisnya lewat scoring yang membalut keseluruhan film. Tak lupa, soundtrack yang digubah dan dinyanyikan Isyana Sarasvati berjudul "Sekali Lagi". Untuk Isyana, film ini menjadi film pertama yang dia tulis soundtrack-nya.

Related Posts


Subscribe Our Newsletter